- Популярные видео
- Авто
- Видео-блоги
- ДТП, аварии
- Для маленьких
- Еда, напитки
- Животные
- Закон и право
- Знаменитости
- Игры
- Искусство
- Комедии
- Красота, мода
- Кулинария, рецепты
- Люди
- Мото
- Музыка
- Мультфильмы
- Наука, технологии
- Новости
- Образование
- Политика
- Праздники
- Приколы
- Природа
- Происшествия
- Путешествия
- Развлечения
- Ржач
- Семья
- Сериалы
- Спорт
- Стиль жизни
- ТВ передачи
- Танцы
- Технологии
- Товары
- Ужасы
- Фильмы
- Шоу-бизнес
- Юмор
DUH INI #sppg #news #mbg #bgn #pajak #korupsi #koruptor #kkn #nepotisme #kolusi #bjgn #shorts #ok
*1. Kebijakan ekonomi bisa melenceng*. Presiden pegang arah APBN, pajak, subsidi, sampai izin investasi. Salah pilih, kebijakan pro-kroni atau populis jangka pendek bisa bikin utang bengkak, inflasi naik, dan investor kabur.
*2. Hukum dan pemberantasan korupsi melemah*. Presiden menunjuk Jaksa Agung, Kapolri, dan berpengaruh ke KPK. Kalau komitmennya lemah, kasus besar mandek, aparat tebang pilih, dan budaya suap balik lagi.
*3. Layanan publik ikut seret*. Kesehatan, pendidikan, bansos, sampai ngurus KTP tergantung prioritas istana. Salah orang, anggarannya bisa dipotong, birokrasi jadi lambat, program bagus disetop karena ganti rezim.
*4. Demokrasi bisa mundur pelan-pelan*. Ada istilah _democratic backsliding_. Tandanya: kritik dibungkam, oposisi dikriminalisasi, lembaga pengawas dilemahkan, pemilu curang. Itu biasanya mulai dari atas.
*5. Kebebasan sipil kena imbas*. Presiden punya pengaruh ke UU ITE, aturan demo, ormas, sampai konten digital. Pemimpin yang anti-kritik bisa bikin ruang bicara menyempit dan warga takut bersuara.
*6. Posisi Indonesia di dunia berubah*. Presiden adalah kepala diplomasi. Salah gaya, kita bisa dijauhi negara maju, terlalu condong ke satu blok, atau justru kehilangan peluang dagang karena salah hitung geopolitik.
*7. Konflik sosial rawan pecah*. Pemimpin yang main politik identitas atau gagal jadi penengah bisa memanaskan isu SARA. Kebijakan yang tidak adil antar daerah juga memicu kecemburuan dan gerakan separatis.
*8. Lingkungan dan SDA dikorbankan*. Izin tambang, hutan, dan energi besar ditandatangani presiden. Salah pilih, target emisi bisa mundur, hutan habis dibabat, bencana ekologis makin sering.
*9. Aparat keamanan salah arah*. TNI-Polri di bawah presiden. Kalau dipakai untuk kepentingan politik, bukan rakyat, akibatnya represifitas naik. Kasus salah tangkap, kriminalisasi aktivis, atau militer masuk sipil bisa terjadi lagi.
*10. Efeknya nggak cuma 5 tahun*. Sekali salah pilih, utang warisan, hakim MK/MA yang ditunjuk, proyek mercusuar mangkrak, dan kultur politik yang rusak bisa bertahan 10-20 tahun. Biaya memperbaikinya mahal dan lama.
Intinya: presiden bukan cuma figur, tapi penentu sistem. Makanya biaya "salah pilih" ditanggung bareng-bareng, dari harga cabai sampai masa depan demokrasi.
Видео DUH INI #sppg #news #mbg #bgn #pajak #korupsi #koruptor #kkn #nepotisme #kolusi #bjgn #shorts #ok канала Aries Kurniawan Sudarsono
*2. Hukum dan pemberantasan korupsi melemah*. Presiden menunjuk Jaksa Agung, Kapolri, dan berpengaruh ke KPK. Kalau komitmennya lemah, kasus besar mandek, aparat tebang pilih, dan budaya suap balik lagi.
*3. Layanan publik ikut seret*. Kesehatan, pendidikan, bansos, sampai ngurus KTP tergantung prioritas istana. Salah orang, anggarannya bisa dipotong, birokrasi jadi lambat, program bagus disetop karena ganti rezim.
*4. Demokrasi bisa mundur pelan-pelan*. Ada istilah _democratic backsliding_. Tandanya: kritik dibungkam, oposisi dikriminalisasi, lembaga pengawas dilemahkan, pemilu curang. Itu biasanya mulai dari atas.
*5. Kebebasan sipil kena imbas*. Presiden punya pengaruh ke UU ITE, aturan demo, ormas, sampai konten digital. Pemimpin yang anti-kritik bisa bikin ruang bicara menyempit dan warga takut bersuara.
*6. Posisi Indonesia di dunia berubah*. Presiden adalah kepala diplomasi. Salah gaya, kita bisa dijauhi negara maju, terlalu condong ke satu blok, atau justru kehilangan peluang dagang karena salah hitung geopolitik.
*7. Konflik sosial rawan pecah*. Pemimpin yang main politik identitas atau gagal jadi penengah bisa memanaskan isu SARA. Kebijakan yang tidak adil antar daerah juga memicu kecemburuan dan gerakan separatis.
*8. Lingkungan dan SDA dikorbankan*. Izin tambang, hutan, dan energi besar ditandatangani presiden. Salah pilih, target emisi bisa mundur, hutan habis dibabat, bencana ekologis makin sering.
*9. Aparat keamanan salah arah*. TNI-Polri di bawah presiden. Kalau dipakai untuk kepentingan politik, bukan rakyat, akibatnya represifitas naik. Kasus salah tangkap, kriminalisasi aktivis, atau militer masuk sipil bisa terjadi lagi.
*10. Efeknya nggak cuma 5 tahun*. Sekali salah pilih, utang warisan, hakim MK/MA yang ditunjuk, proyek mercusuar mangkrak, dan kultur politik yang rusak bisa bertahan 10-20 tahun. Biaya memperbaikinya mahal dan lama.
Intinya: presiden bukan cuma figur, tapi penentu sistem. Makanya biaya "salah pilih" ditanggung bareng-bareng, dari harga cabai sampai masa depan demokrasi.
Видео DUH INI #sppg #news #mbg #bgn #pajak #korupsi #koruptor #kkn #nepotisme #kolusi #bjgn #shorts #ok канала Aries Kurniawan Sudarsono
Комментарии отсутствуют
Информация о видео
7 ч. 2 мин. назад
00:00:16
Другие видео канала




















