Загрузка...

WE WON??? #sppg #news #mbg #kabarterbaru #beritaterkini #breakingnews #kabarindonesiaterkini #ok #ai

*1. Kebijakan ekonomi bisa melenceng*. Presiden pegang arah APBN, pajak, subsidi, sampai izin investasi. Salah pilih, kebijakan pro-kroni atau populis jangka pendek bisa bikin utang bengkak, inflasi naik, dan investor kabur.

*2. Hukum dan pemberantasan korupsi melemah*. Presiden menunjuk Jaksa Agung, Kapolri, dan berpengaruh ke KPK. Kalau komitmennya lemah, kasus besar mandek, aparat tebang pilih, dan budaya suap balik lagi.

*3. Layanan publik ikut seret*. Kesehatan, pendidikan, bansos, sampai ngurus KTP tergantung prioritas istana. Salah orang, anggarannya bisa dipotong, birokrasi jadi lambat, program bagus disetop karena ganti rezim.

*4. Demokrasi bisa mundur pelan-pelan*. Ada istilah _democratic backsliding_. Tandanya: kritik dibungkam, oposisi dikriminalisasi, lembaga pengawas dilemahkan, pemilu curang. Itu biasanya mulai dari atas.

*5. Kebebasan sipil kena imbas*. Presiden punya pengaruh ke UU ITE, aturan demo, ormas, sampai konten digital. Pemimpin yang anti-kritik bisa bikin ruang bicara menyempit dan warga takut bersuara.

*6. Posisi Indonesia di dunia berubah*. Presiden adalah kepala diplomasi. Salah gaya, kita bisa dijauhi negara maju, terlalu condong ke satu blok, atau justru kehilangan peluang dagang karena salah hitung geopolitik.

*7. Konflik sosial rawan pecah*. Pemimpin yang main politik identitas atau gagal jadi penengah bisa memanaskan isu SARA. Kebijakan yang tidak adil antar daerah juga memicu kecemburuan dan gerakan separatis.

*8. Lingkungan dan SDA dikorbankan*. Izin tambang, hutan, dan energi besar ditandatangani presiden. Salah pilih, target emisi bisa mundur, hutan habis dibabat, bencana ekologis makin sering.

*9. Aparat keamanan salah arah*. TNI-Polri di bawah presiden. Kalau dipakai untuk kepentingan politik, bukan rakyat, akibatnya represifitas naik. Kasus salah tangkap, kriminalisasi aktivis, atau militer masuk sipil bisa terjadi lagi.

*10. Efeknya nggak cuma 5 tahun*. Sekali salah pilih, utang warisan, hakim MK/MA yang ditunjuk, proyek mercusuar mangkrak, dan kultur politik yang rusak bisa bertahan 10-20 tahun. Biaya memperbaikinya mahal dan lama.

Intinya: presiden bukan cuma figur, tapi penentu sistem. Makanya biaya "salah pilih" ditanggung bareng-bareng, dari harga cabai sampai masa depan demokrasi.

Видео WE WON??? #sppg #news #mbg #kabarterbaru #beritaterkini #breakingnews #kabarindonesiaterkini #ok #ai канала Aries Kurniawan Sudarsono
Яндекс.Метрика
Все заметки Новая заметка Страницу в заметки
Страницу в закладки Мои закладки
На информационно-развлекательном портале SALDA.WS применяются cookie-файлы. Нажимая кнопку Принять, вы подтверждаете свое согласие на их использование.
О CookiesНапомнить позжеПринять