Загрузка...

Menteri Pertahanan AS Sebut Nasib Penjualan Senjata ke Taiwan Tetap Bergantung pada Keputusan Trump

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menepis spekulasi mengenai perubahan kebijakan Washington terhadap Taiwan saat menghadiri IISS Shangri-La Dialogue 2026 di Singapura, Sabtu (30/5/2026).

Hegseth menegaskan bahwa kebijakan AS terkait Taiwan tetap tidak berubah, termasuk mengenai kemungkinan penjualan senjata kepada Taipei di masa mendatang.

Menurut dia, seluruh keputusan terkait penjualan senjata untuk Taiwan akan ditentukan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

“Setiap keputusan tentang penjualan senjata Taiwan di masa depan, seperti yang dikatakan presiden, akan bertumpu padanya dan merupakan sifat dari hubungan itu. Dan tentu saja, setelah berada di sana untuk pertemuan-pertemuan di Beijing, tidak ada perubahan dalam status kami di sana,” kata Hegseth.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul berbagai spekulasi menyusul pembicaraan tingkat tinggi antara Washington dan Beijing yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya pikir ada banyak laporan palsu dengan motif yang salah tentang di mana kita berada ... kita berada dalam posisi yang sangat, sangat kuat dan merasa hanya lebih baik tentang ke mana kita akan pergi di masa depan,” tambahnya.

Hegseth menegaskan tidak ada perubahan status maupun posisi AS terhadap Taiwan setelah pertemuan-pertemuan yang digelar di Beijing.

Ia juga membantah berbagai laporan yang menyebut Washington tengah mengubah pendekatannya terhadap Taiwan.

Menurut Hegseth, sejumlah pemberitaan yang beredar tidak menggambarkan kondisi sebenarnya dan cenderung didorong oleh motif tertentu.

Ia menilai posisi AS saat ini berada dalam kondisi yang kuat dan optimistis terhadap arah hubungan ke depan.

Pernyataan Hegseth muncul di tengah spekulasi bahwa pemerintahan Trump kemungkinan akan mengurangi dukungan terhadap Taiwan sebagai bagian dari kesepakatan geopolitik yang lebih luas dengan China.

Beijing selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan terus menolak berbagai bentuk dukungan internasional terhadap pulau tersebut.

Sejak kunjungan Trump ke China pada awal Mei (2026), pemerintah AS diketahui menunda paket penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS yang sebelumnya direncanakan untuk Taiwan.

Penundaan itu disebut berkaitan dengan konflik yang sedang berlangsung melibatkan Iran.

Selain itu, Washington juga menangguhkan rencana pertemuan langsung dengan pemimpin Taiwan, Lai Ching-te.

Di sisi lain, Taiwan tetap menegaskan posisinya sebagai negara demokrasi yang memiliki pemerintahan, sistem politik, dan konstitusi sendiri.

Pemerintah Taiwan juga terus menolak klaim kedaulatan yang disampaikan Beijing terhadap pulau tersebut.

Adapun IISS Shangri-La Dialogue 2026 merupakan forum pertahanan dan keamanan terbesar di Asia yang mempertemukan pejabat pemerintah, pimpinan militer, serta pakar keamanan dari berbagai negara.

Pertemuan tahun ini berlangsung di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik, termasuk ketegangan yang melibatkan China, Taiwan, dan Amerika Serikat

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Viory dengan judul 'No change in our status there' - Hegseth 'clarifies' Taiwan arms sales remain Trump's call after Beijing talks
https://www.viory.video/en/videos/a3011_30052026/no-change-in-our-status-there-hegseth-clarifies-taiwan-arms-sales-remain-trump-s-call-after-beijing-talks

Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: dharma aji yudhaningrat
Uploader: Bintang Nur Rahman
#VIORY

Видео Menteri Pertahanan AS Sebut Nasib Penjualan Senjata ke Taiwan Tetap Bergantung pada Keputusan Trump канала Tribunnews
Яндекс.Метрика
Все заметки Новая заметка Страницу в заметки
Страницу в закладки Мои закладки
На информационно-развлекательном портале SALDA.WS применяются cookie-файлы. Нажимая кнопку Принять, вы подтверждаете свое согласие на их использование.
О CookiesНапомнить позжеПринять