Загрузка...

Kisah Haru Luar Negeri]Insinyur Norwegia Syok dengan Kehebatan Maritim Indonesia

Eric Larson, insinyur kelautan Norwegia berusia 42 tahun yang dijuluki "Master of the Sea," datang ke Jakarta untuk Forum Inovasi Industri Kelautan dengan keyakinan bahwa Indonesia masih jauh tertinggal secara teknologi. Namun kenyataan yang ia saksikan langsung membalikkan semua prasangkanya.

Di Pelabuhan Tanjung Priok, ia terpukau melihat sistem otomasi berbasis AI dan IoT yang dikembangkan perusahaan lokal sendiri, mampu meningkatkan efisiensi operasional hingga 40%. Di galangan kapal PT PAL Surabaya, ia menyaksikan kapal perang dan kapal dagang berteknologi tinggi yang bahkan diekspor ke negara-negara Eropa. Sistem perikanan ilmiah berbasis satelit dan IoT yang digunakan nelayan Indonesia pun tak kalah dari teknologi smart fishing yang sedang ia teliti di Norwegia.

Yang lebih mengejutkan, Indonesia ternyata merupakan pengekspor udang nomor satu dunia dengan nilai ekspor miliaran dolar per tahun. Teknologi restorasi terumbu karang Indonesia bahkan telah diekspor ke Australia dan Thailand. Kapal pengumpul sampah otonom berbasis AI buatan Indonesia telah dipatenkan dan diekspor ke Belanda dan Jepang.

Di sesi penutupan forum, Eric mengubah total isi presentasinya. Ia menyatakan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar berkembang, melainkan kekuatan maritim dunia yang memadukan teknologi canggih, perlindungan lingkungan, dan partisipasi masyarakat secara seimbang. Sekembalinya ke Oslo, ia mengusulkan proyek kerja sama teknologi kelautan Norwegia–Indonesia yang kini berjalan sukses.

Видео Kisah Haru Luar Negeri]Insinyur Norwegia Syok dengan Kehebatan Maritim Indonesia канала Kabar baik
Яндекс.Метрика
Все заметки Новая заметка Страницу в заметки
Страницу в закладки Мои закладки
На информационно-развлекательном портале SALDA.WS применяются cookie-файлы. Нажимая кнопку Принять, вы подтверждаете свое согласие на их использование.
О CookiesНапомнить позжеПринять