- Популярные видео
- Авто
- Видео-блоги
- ДТП, аварии
- Для маленьких
- Еда, напитки
- Животные
- Закон и право
- Знаменитости
- Игры
- Искусство
- Комедии
- Красота, мода
- Кулинария, рецепты
- Люди
- Мото
- Музыка
- Мультфильмы
- Наука, технологии
- Новости
- Образование
- Политика
- Праздники
- Приколы
- Природа
- Происшествия
- Путешествия
- Развлечения
- Ржач
- Семья
- Сериалы
- Спорт
- Стиль жизни
- ТВ передачи
- Танцы
- Технологии
- Товары
- Ужасы
- Фильмы
- Шоу-бизнес
- Юмор
Kenapa Puncak Candi ini cuma 1 Kemuncak?Jejak naluri spiritual Jawa Kuno mengenal Sang Hyang Tunggal
Tahukah kamu kenapa puncak candi ini dibuat hanya satu? Dalam pandangan Jawa kuno, puncak tunggal adalah simbol 1 pusat tertinggi diatas yang lain & 1 sang sumber kehidupan.
Naluri spiritual Jawa Kuno sudah mengenal keberadaan Sang Sumber Kehidupan, yaitu mata air atau TUK. Berbeda dengan keyakinan Hindu yang meyakini sang sumber kehidupan adalah penyatuan lingga dan yoni.
Keterkaitannya dengan air dari sang sumber air (tuk) juga sangat kuat, karena air adalah simbol kehidupan itu sendiri yang terus mengalir & berjalan. Dengan membawa 2 sifat yang saling bertentangan yaitu Kebaikan & ketidakbaikan. 2 sifat ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Air akan menjadi baik atau tidak baik tergantung kita manusia. Inilah esensi spiritual Jawa kuno dalam mengenal kekuatan Tuhan dan berjalan menjalani kehidupan ini. Atau dengan kata lain esensi cara hidup di kehidupan dunia.
Dalam kegiatan ritual Jawa Kuno, air digunakan sebagai media penghubung saling terkait, dengan Jiwa Yatnan yang berada di tempat suci, yang berada di bangunan berundak di atas air suci. Oleh karena itu kenapa era pra Hindu, begitu banyak ditemukan Watu lumpang. Watu lumpang untuk ritual Jawa kuno ini, digunakan untuk menampung air. Sebagai media penghubung dengan Jiwa Yatnan Sang Hyang Tunggal yang diyakini berada di atas bangunan suci berundak di atas air suci.
Adanya air menjadikan resonansi doa sembahyang terhubung dengan Sang Hyang Tunggal. Adanya air menjadikan saling terikat dan terhubung. Itulah kenapa bangunan candi dan bangunan peradaban kerajaan selalu dibangun dekat dengan air.
Candi bukan sekadar bangunan batu, tetapi simbol kebijaksanaan leluhur Nusantara dalam memahami hubungan dengan Sang Pencipta atau Sang Sumber. Inilah naluri spiritual Jawa kuno yang menyatukan batu berundak, sumber air / tuk , gunung dan Tuhan dalam satu harmoni landscape suci. Di era Hindu, batu berundak dibangun dalam bentuk candi.
Jangan lagi merendahkan peradaban leluhur Jawa dengan mengatakan leluhur kita menyembah Gunung/animisme/dinamisme. Sedih tauu……
Kita sudah pernah memiliki leluhur yang berhasil menemukan keberadaan Tuhan dari naluri batinnya, yang sebenarnya adalah fitrah manusia lintas jaman.
Disclaimer: boleh mengutip dengan menyebut referensi Sumber dari #aritjitra #channeldalem360
#aritjitra
#Candi #JawaKuno #SejarahJawa #FilosofiJawa #WisataSejarah #BudayaIndonesia #SpiritualJawa #AirKehidupan #FaktaSejarah #sangSumber #sanghyangtoyo #spiritualjawakuno
Видео Kenapa Puncak Candi ini cuma 1 Kemuncak?Jejak naluri spiritual Jawa Kuno mengenal Sang Hyang Tunggal канала javaheritage360
Naluri spiritual Jawa Kuno sudah mengenal keberadaan Sang Sumber Kehidupan, yaitu mata air atau TUK. Berbeda dengan keyakinan Hindu yang meyakini sang sumber kehidupan adalah penyatuan lingga dan yoni.
Keterkaitannya dengan air dari sang sumber air (tuk) juga sangat kuat, karena air adalah simbol kehidupan itu sendiri yang terus mengalir & berjalan. Dengan membawa 2 sifat yang saling bertentangan yaitu Kebaikan & ketidakbaikan. 2 sifat ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Air akan menjadi baik atau tidak baik tergantung kita manusia. Inilah esensi spiritual Jawa kuno dalam mengenal kekuatan Tuhan dan berjalan menjalani kehidupan ini. Atau dengan kata lain esensi cara hidup di kehidupan dunia.
Dalam kegiatan ritual Jawa Kuno, air digunakan sebagai media penghubung saling terkait, dengan Jiwa Yatnan yang berada di tempat suci, yang berada di bangunan berundak di atas air suci. Oleh karena itu kenapa era pra Hindu, begitu banyak ditemukan Watu lumpang. Watu lumpang untuk ritual Jawa kuno ini, digunakan untuk menampung air. Sebagai media penghubung dengan Jiwa Yatnan Sang Hyang Tunggal yang diyakini berada di atas bangunan suci berundak di atas air suci.
Adanya air menjadikan resonansi doa sembahyang terhubung dengan Sang Hyang Tunggal. Adanya air menjadikan saling terikat dan terhubung. Itulah kenapa bangunan candi dan bangunan peradaban kerajaan selalu dibangun dekat dengan air.
Candi bukan sekadar bangunan batu, tetapi simbol kebijaksanaan leluhur Nusantara dalam memahami hubungan dengan Sang Pencipta atau Sang Sumber. Inilah naluri spiritual Jawa kuno yang menyatukan batu berundak, sumber air / tuk , gunung dan Tuhan dalam satu harmoni landscape suci. Di era Hindu, batu berundak dibangun dalam bentuk candi.
Jangan lagi merendahkan peradaban leluhur Jawa dengan mengatakan leluhur kita menyembah Gunung/animisme/dinamisme. Sedih tauu……
Kita sudah pernah memiliki leluhur yang berhasil menemukan keberadaan Tuhan dari naluri batinnya, yang sebenarnya adalah fitrah manusia lintas jaman.
Disclaimer: boleh mengutip dengan menyebut referensi Sumber dari #aritjitra #channeldalem360
#aritjitra
#Candi #JawaKuno #SejarahJawa #FilosofiJawa #WisataSejarah #BudayaIndonesia #SpiritualJawa #AirKehidupan #FaktaSejarah #sangSumber #sanghyangtoyo #spiritualjawakuno
Видео Kenapa Puncak Candi ini cuma 1 Kemuncak?Jejak naluri spiritual Jawa Kuno mengenal Sang Hyang Tunggal канала javaheritage360
Комментарии отсутствуют
Информация о видео
2 мая 2026 г. 3:44:55
00:00:09
Другие видео канала














