- Популярные видео
- Авто
- Видео-блоги
- ДТП, аварии
- Для маленьких
- Еда, напитки
- Животные
- Закон и право
- Знаменитости
- Игры
- Искусство
- Комедии
- Красота, мода
- Кулинария, рецепты
- Люди
- Мото
- Музыка
- Мультфильмы
- Наука, технологии
- Новости
- Образование
- Политика
- Праздники
- Приколы
- Природа
- Происшествия
- Путешествия
- Развлечения
- Ржач
- Семья
- Сериалы
- Спорт
- Стиль жизни
- ТВ передачи
- Танцы
- Технологии
- Товары
- Ужасы
- Фильмы
- Шоу-бизнес
- Юмор
Tradisi Unik Pindahan Rumah Di Rejoso Nganjuk, Fondasi Dibopong Gotong-royong Puluhan Warga
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Sikap gotong-royong dipegang teguh oleh masyarakat Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Itu ditunjukkan lewat tradisi memindahkan rumah atau dikenal dengan sebutan soyo.
Pantauan di lokasi puluhan orang tampak bahu-membahu membopong kerangka rumah warga untuk dipindahkan ke lokasi anyar sembari jalan perlahan.
Kerangka bangunan rumah itu terbuat dari kayu.
Kepala Desa (Kades) Ngangkatan, Lasto Utomo mengatakan para warga ikut serta secara sukarela tanpa imbalan.
Niatnya, murni membantu tetangganya yang sedang pindahan rumah.
"Mereka membantu tanpa dibayar. Kendati begitu, umumnya, tuan rumah menyiapkan makanan untuk warga yang bergotong-royong," katanya, Jumat (29/5/2026).
Jarak perpindahan dari titik awal ke titik baru cukup beragam.
Ada yang sampai berpuluh-puluh meter.
Hal ini seperti yang dilakukan warga saat membantu pindahan rumah milik Darsono, (50), asal Dusun Jentir, Desa Ngangkatan.
Mereka menggotong fondasi rumah Darsono berukuran 10 meter x 6 meter, April lalu.
"Yang ikut membantu proses pemindahan rumah, mulai warga, perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas," ucapnya.
Lasto mengungkapkan, beranjak waktu, lambat laun tradisi memindahkan rumah ini mulai jarang dijumpai.
Pasalnya, konstruksi kebanyakan rumah warga sudah tak menggunakan kayu.
"Mayoritas rumah warga saat ini sudah dibangun menggunakan batu bata dan cor semen. Karenanya tak memungkinkan rumah dipindahkan utuh," paparnya.
Tapi, lanjut Lasto, selain Rejoso, tradisi ini dapat ditemui juga di sejumlah wilayah pinggiran utara Nganjuk.
Misalnya, Kecamatan Gondang, Lengkong, dan Jatikalen.
"Sampai kini, sebagian rumah warga di kawasan itu sampai sekarang pakai bahan kayu jati," ujarnya.
Jangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!
https://whatsapp.com/channel/0029VaUtIatInlqOSCvOJG0n
Video & Reporter : Danendra Kusuma
Editor Video : Ahmad Zaimul Haq
WEBSITE:
http://surabaya.tribunnews.com/
Instagram:
http://instagram.com/suryaonline
Facebook:
https://www.facebook.com/SURYAonline/
YOUTUBE
https://www.youtube.com/@TribunnewsSurya
#TribunnewsSURYA
#hariansurya
#suryaonline
#jawatimur
#jatim
#nganjuk
#tradisi
#soyo
#pindahanrumah
#tradisisoyo
#gotongroyong
Видео Tradisi Unik Pindahan Rumah Di Rejoso Nganjuk, Fondasi Dibopong Gotong-royong Puluhan Warga канала Harian Surya
Sikap gotong-royong dipegang teguh oleh masyarakat Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Itu ditunjukkan lewat tradisi memindahkan rumah atau dikenal dengan sebutan soyo.
Pantauan di lokasi puluhan orang tampak bahu-membahu membopong kerangka rumah warga untuk dipindahkan ke lokasi anyar sembari jalan perlahan.
Kerangka bangunan rumah itu terbuat dari kayu.
Kepala Desa (Kades) Ngangkatan, Lasto Utomo mengatakan para warga ikut serta secara sukarela tanpa imbalan.
Niatnya, murni membantu tetangganya yang sedang pindahan rumah.
"Mereka membantu tanpa dibayar. Kendati begitu, umumnya, tuan rumah menyiapkan makanan untuk warga yang bergotong-royong," katanya, Jumat (29/5/2026).
Jarak perpindahan dari titik awal ke titik baru cukup beragam.
Ada yang sampai berpuluh-puluh meter.
Hal ini seperti yang dilakukan warga saat membantu pindahan rumah milik Darsono, (50), asal Dusun Jentir, Desa Ngangkatan.
Mereka menggotong fondasi rumah Darsono berukuran 10 meter x 6 meter, April lalu.
"Yang ikut membantu proses pemindahan rumah, mulai warga, perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas," ucapnya.
Lasto mengungkapkan, beranjak waktu, lambat laun tradisi memindahkan rumah ini mulai jarang dijumpai.
Pasalnya, konstruksi kebanyakan rumah warga sudah tak menggunakan kayu.
"Mayoritas rumah warga saat ini sudah dibangun menggunakan batu bata dan cor semen. Karenanya tak memungkinkan rumah dipindahkan utuh," paparnya.
Tapi, lanjut Lasto, selain Rejoso, tradisi ini dapat ditemui juga di sejumlah wilayah pinggiran utara Nganjuk.
Misalnya, Kecamatan Gondang, Lengkong, dan Jatikalen.
"Sampai kini, sebagian rumah warga di kawasan itu sampai sekarang pakai bahan kayu jati," ujarnya.
Jangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!
https://whatsapp.com/channel/0029VaUtIatInlqOSCvOJG0n
Video & Reporter : Danendra Kusuma
Editor Video : Ahmad Zaimul Haq
WEBSITE:
http://surabaya.tribunnews.com/
Instagram:
http://instagram.com/suryaonline
Facebook:
https://www.facebook.com/SURYAonline/
YOUTUBE
https://www.youtube.com/@TribunnewsSurya
#TribunnewsSURYA
#hariansurya
#suryaonline
#jawatimur
#jatim
#nganjuk
#tradisi
#soyo
#pindahanrumah
#tradisisoyo
#gotongroyong
Видео Tradisi Unik Pindahan Rumah Di Rejoso Nganjuk, Fondasi Dibopong Gotong-royong Puluhan Warga канала Harian Surya
Комментарии отсутствуют
Информация о видео
Вчера, 5:30:09
00:01:28
Другие видео канала




















