- Популярные видео
- Авто
- Видео-блоги
- ДТП, аварии
- Для маленьких
- Еда, напитки
- Животные
- Закон и право
- Знаменитости
- Игры
- Искусство
- Комедии
- Красота, мода
- Кулинария, рецепты
- Люди
- Мото
- Музыка
- Мультфильмы
- Наука, технологии
- Новости
- Образование
- Политика
- Праздники
- Приколы
- Природа
- Происшествия
- Путешествия
- Развлечения
- Ржач
- Семья
- Сериалы
- Спорт
- Стиль жизни
- ТВ передачи
- Танцы
- Технологии
- Товары
- Ужасы
- Фильмы
- Шоу-бизнес
- Юмор
GEGER🔥 Megawati Dan Pemain Asing Dianggap Jadi Penyebab Atlet Lokal Tersingkir?#reels #fyp
Pelatih Timnas Korea Mulai Resah, Megawati dan Pemain Asing Dianggap Jadi Penyebab Atlet Lokal Tersingkir?
.
Liga Voli Korea kembali menjadi sorotan panas. Kali ini bukan karena transfer pemain atau persaingan antar klub, melainkan pernyataan mengejutkan dari pelatih tim nasional voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun.
Ia secara terbuka meminta KOVO mempertimbangkan pembatasan pemain asing dan kuota Asia di V-League. Alasannya cukup serius: performa tim nasional Korea Selatan dinilai terus menurun karena pemain lokal semakin kehilangan kesempatan berkembang.
Saat ini Korea Selatan bahkan terlempar ke peringkat 40 dunia versi FIVB. Di level Asia, mereka juga mulai tertinggal dari Jepang, China, Thailand, hingga Vietnam. Situasi inilah yang membuat federasi dan pelatih mulai mencari penyebab utama merosotnya kekuatan voli Korea.
Menurut Cha Sang-hyun, salah satu masalah terbesar ada di kompetisi domestik. Klub-klub V-League saat ini diperbolehkan memakai satu pemain asing dan satu pemain kuota Asia. Menariknya, dua slot tersebut hampir selalu ditempatkan di posisi paling penting seperti opposite hitter dan outside hitter.
Akibatnya, pemain lokal Korea kesulitan mendapatkan menit bermain di posisi inti.
Bahkan, Cha Sang-hyun mengungkapkan bahwa sepertiga pemain tim nasional saat ini bukan starter di klub masing-masing karena kalah bersaing dengan pemain asing dan kuota Asia.
Pernyataan ini otomatis ikut menyeret nama Megawati Hangestri Pertiwi. Selama dua musim terakhir, Megatron memang menjadi salah satu pemain kuota Asia paling sukses di Liga Korea. Performanya bersama Red Sparks membuat dirinya berubah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di V-League.
Kini setelah bergabung dengan Hyundai Hillstate, sorotan terhadap Mega justru semakin besar.
Cha Sang-hyun bahkan mengusulkan aturan khusus pada tahun Olimpiade dan Asian Games. Ia meminta KOVO mempertimbangkan pelarangan pemain asing dan kuota Asia mulai putaran keempat kompetisi agar pemain lokal mendapat lebih banyak tanggung jawab di lapangan.
Menurutnya, pemain Korea terlalu bergantung pada pemain asing ketika pertandingan memasuki momen-momen krusial. Ia menilai banyak atlet lokal tidak terbiasa mengambil peran penting saat skor memasuki angka kritis di akhir set.
Karena itulah ia ingin pemain domestik kembali menjadi pusat permainan agar mental dan kemampuan mereka berkembang lebih cepat untuk kepentingan tim nasional.
Meski begitu, perdebatan ini langsung memunculkan banyak reaksi dari publik voli Korea dan internasional. Sebagian setuju karena ingin prestasi timnas Korea bangkit kembali. Namun tidak sedikit juga yang menilai kehadiran pemain seperti Megawati justru meningkatkan kualitas kompetisi, popularitas liga, hingga daya tarik internasional V-League.
Faktanya, sejak Mega bermain di Korea, perhatian publik Asia terhadap V-League memang meningkat drastis. Jumlah penonton internasional bertambah, media sosial liga lebih ramai, dan atmosfer pertandingan ikut berubah.
Kini pertanyaannya, apakah pemain asing dan kuota Asia benar-benar menjadi penyebab menurunnya prestasi Korea? Atau justru kompetisi yang lebih ketat sebenarnya bisa membantu pemain lokal berkembang lebih kuat?
Menurut kalian, apakah usulan pembatasan pemain asing dan kuota Asia di Liga Korea ini langkah yang tepat? Tulis pendapatmu di kolom komentar!
Видео GEGER🔥 Megawati Dan Pemain Asing Dianggap Jadi Penyebab Atlet Lokal Tersingkir?#reels #fyp канала Suara Bola
.
Liga Voli Korea kembali menjadi sorotan panas. Kali ini bukan karena transfer pemain atau persaingan antar klub, melainkan pernyataan mengejutkan dari pelatih tim nasional voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun.
Ia secara terbuka meminta KOVO mempertimbangkan pembatasan pemain asing dan kuota Asia di V-League. Alasannya cukup serius: performa tim nasional Korea Selatan dinilai terus menurun karena pemain lokal semakin kehilangan kesempatan berkembang.
Saat ini Korea Selatan bahkan terlempar ke peringkat 40 dunia versi FIVB. Di level Asia, mereka juga mulai tertinggal dari Jepang, China, Thailand, hingga Vietnam. Situasi inilah yang membuat federasi dan pelatih mulai mencari penyebab utama merosotnya kekuatan voli Korea.
Menurut Cha Sang-hyun, salah satu masalah terbesar ada di kompetisi domestik. Klub-klub V-League saat ini diperbolehkan memakai satu pemain asing dan satu pemain kuota Asia. Menariknya, dua slot tersebut hampir selalu ditempatkan di posisi paling penting seperti opposite hitter dan outside hitter.
Akibatnya, pemain lokal Korea kesulitan mendapatkan menit bermain di posisi inti.
Bahkan, Cha Sang-hyun mengungkapkan bahwa sepertiga pemain tim nasional saat ini bukan starter di klub masing-masing karena kalah bersaing dengan pemain asing dan kuota Asia.
Pernyataan ini otomatis ikut menyeret nama Megawati Hangestri Pertiwi. Selama dua musim terakhir, Megatron memang menjadi salah satu pemain kuota Asia paling sukses di Liga Korea. Performanya bersama Red Sparks membuat dirinya berubah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di V-League.
Kini setelah bergabung dengan Hyundai Hillstate, sorotan terhadap Mega justru semakin besar.
Cha Sang-hyun bahkan mengusulkan aturan khusus pada tahun Olimpiade dan Asian Games. Ia meminta KOVO mempertimbangkan pelarangan pemain asing dan kuota Asia mulai putaran keempat kompetisi agar pemain lokal mendapat lebih banyak tanggung jawab di lapangan.
Menurutnya, pemain Korea terlalu bergantung pada pemain asing ketika pertandingan memasuki momen-momen krusial. Ia menilai banyak atlet lokal tidak terbiasa mengambil peran penting saat skor memasuki angka kritis di akhir set.
Karena itulah ia ingin pemain domestik kembali menjadi pusat permainan agar mental dan kemampuan mereka berkembang lebih cepat untuk kepentingan tim nasional.
Meski begitu, perdebatan ini langsung memunculkan banyak reaksi dari publik voli Korea dan internasional. Sebagian setuju karena ingin prestasi timnas Korea bangkit kembali. Namun tidak sedikit juga yang menilai kehadiran pemain seperti Megawati justru meningkatkan kualitas kompetisi, popularitas liga, hingga daya tarik internasional V-League.
Faktanya, sejak Mega bermain di Korea, perhatian publik Asia terhadap V-League memang meningkat drastis. Jumlah penonton internasional bertambah, media sosial liga lebih ramai, dan atmosfer pertandingan ikut berubah.
Kini pertanyaannya, apakah pemain asing dan kuota Asia benar-benar menjadi penyebab menurunnya prestasi Korea? Atau justru kompetisi yang lebih ketat sebenarnya bisa membantu pemain lokal berkembang lebih kuat?
Menurut kalian, apakah usulan pembatasan pemain asing dan kuota Asia di Liga Korea ini langkah yang tepat? Tulis pendapatmu di kolom komentar!
Видео GEGER🔥 Megawati Dan Pemain Asing Dianggap Jadi Penyebab Atlet Lokal Tersingkir?#reels #fyp канала Suara Bola
Комментарии отсутствуют
Информация о видео
19 ч. 25 мин. назад
00:00:06
Другие видео канала




















