Загрузка...

masih banyak yang belum diketahui manusia.

Menjelajahi 361 juta km² dasar laut itu seperti mencoba memetakan seluruh benua Amerika, Asia, dan Afrika menggunakan senter kecil di malam yang gelap gulita. Kita tidak bisa melihat dasar laut dari satelit dengan detail karena air menghalangi gelombang cahaya.

Di luar angkasa, tekanannya nol (hampa). Tapi di dasar laut (seperti Palung Mariana), tekanannya sekitar 1.000 kali lipat dari tekanan di permukaan. Membuat alat yang tidak hancur tergencet di sana jauh lebih sulit dan mahal daripada membuat roket.

Saat ini, kita memetakan dasar laut menggunakan kapal yang menembakkan sonar (suara). Kapal bergerak sangat lambat. Jika kita hanya mengandalkan satu kapal, butuh ratusan tahun untuk menyelesaikan sisanya.

Eksplorasi laut dalam sangat mahal tapi kurang "terlihat" hasilnya secara komersial dibanding riset luar angkasa yang menghasilkan teknologi satelit untuk GPS dan internet.

Jadi, meskipun angkanya terdengar kecil (hanya 5%), area yang sudah dijelajahi sebenarnya sudah sangat luas. Masalahnya, sisa 95% yang belum terpetakan dengan detail masih jauh lebih raksasa lagi, yaitu sekitar 342,95 juta km².

—with love, mypurpleego.

⚠ Disclaimer:
Video ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi.
Isi didalamnya mengeksplorasi topik-topik yang mengganggu, memberi informasi, dan memprovokasi pemikiran melalui gaya penceritaan dokumenter.
Kebijakan penonton sangat disarankan.
Kami tidak mendukung, membenarkan, atau mempromosikan kekerasan, peperangan, terorisme, maupun tindakan melanggar hukum dalam bentuk apa pun.

Видео masih banyak yang belum diketahui manusia. канала withlove.purple
Яндекс.Метрика
Все заметки Новая заметка Страницу в заметки
Страницу в закладки Мои закладки
На информационно-развлекательном портале SALDA.WS применяются cookie-файлы. Нажимая кнопку Принять, вы подтверждаете свое согласие на их использование.
О CookiesНапомнить позжеПринять