Загрузка...

Respons Pakar Hukum Pidana soal Saran JK Minta Jokowi Perihatkan Ijazahnya agar Kasus Tak Berlarut

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pakar hukum pidana Azmi Syahputra menilai, seharusnya Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazahnya, jika ada, sesuai dengan apa yang belum lama ini disampaikan oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK).

Hal ini disampaikan Azmi ketika ditanyai saran untuk Jokowi saat diminta memperlihatkan ijazah oleh Jusuf Kalla.

Kemudian, Azmi menjawab memang seharusnya Jokowi menunjukkan ijazah seperti yang diminta JK.

Apalagi, kata Azmi, Jusuf Kalla adalah sosok yang taktis dan solutif, sehingga menunjukkan ijazah adalah solusi dari polemik yang berlarut-larut ini.

"Ya harus [menunjukkan], kalau memang ada," kata Azmi Syahputra yang juga dikenal sebagai dosen aktif di Fakultas Hukum Universitas Trisakti.

"Pak JK itu kan orang yang memang taktis, solutif. Dia pasti akan memikirkan pikiran-pikiran jernih, karena filter jernih dari Pak JK pasti solutif."

Azmi menilai, jika Jokowi memang rekan politik yang dekat dengan JK, seharusnya ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menuruti anjuran dari Jusuf Kalla.

"Kalau itu sahabatnya, Pak Jokowi pernah partner, ya seharusnya Pak Pak Jokowi tunjukkan [ijazah]," tegas Azmi.

Sebelumnya, Jusuf Kalla telah meminta Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya agar polemik keabsahan dokumen kelulusan perguruan tinggi ini tidak berlarut-larut.

Dalam pernyataannya, Jusuf Kalla meyakini bahwa ijazah milik Jokowi asli.

Sehingga, sebaiknya Jokowi memperlihatkan ijazahnya demi menyelesaikan polemik.

"Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli," tutur JK di Gedung Bareskrim Polri.

"Ya sebenarnya kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu, itu saja. Supaya ini, habis waktu kita."

Lebih lanjut, Jusuf Kalla yang saat ini menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2024-2029 itu menyebut polemik ijazah sudah merugikan Jokowi dan membuat masyarakat Indonesia resah.

Kerugian yang dimaksud meliputi kerugian uang dan kerugian waktu.

Bahkan, ia juga merasa rugi waktu karena terseret dalam pusaran kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.

"Ya sebenarnya kasus ini kan sudah dua tahun, tiga tahun. Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan," ucap JK.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jusuf Kalla Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, Pakar Hukum Pidana: Kalau Memang Ada, Harus Tunjukkan, https://www.tribunnews.com/nasional/7820590/jusuf-kalla-minta-jokowi-perlihatkan-ijazah-pakar-hukum-pidana-kalau-memang-ada-harus-tunjukkan?page=all&s=paging_new.
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Tiara Shelavie
Editor Video: Anggraini Puspasari
Uploader: Erwin Joko Prasetyo

Видео Respons Pakar Hukum Pidana soal Saran JK Minta Jokowi Perihatkan Ijazahnya agar Kasus Tak Berlarut канала TRIBUNWOW OFFICIAL
Яндекс.Метрика
Все заметки Новая заметка Страницу в заметки
Страницу в закладки Мои закладки
На информационно-развлекательном портале SALDA.WS применяются cookie-файлы. Нажимая кнопку Принять, вы подтверждаете свое согласие на их использование.
О CookiesНапомнить позжеПринять