Загрузка...

Perhitungan Arus Jenuh Tipe Terlindung, Dilengkapi Lajur Belok Kanan Terpisah, Teoritis

Arus Jenuh Simpang APILL Part #7 Contoh Perhitungan Arus Jenuh - Tipe Terlindung, Dilengkapi Lajur Belok Kanan Terpisah, Teoritis

#simpangbersinyal
#arusjenuh
#
#arusjenuhteoritis
#tipeterlawan

Pengertian APILL
APILL adalah singkatan dari Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas
APILL mengatur lalu lintas simpang dengan cara meminimalkan konflik, baik konflik primer maupun konflik sekunder dengan memisahkan waktu berjalannya arus.

Tujuan penggunaan APILL
APILL digunakan untuk tujuan mempertahankan kapasitas persimpangan pada jam puncak dan mengurangi kecelakaan akibat tabrakan antar kendaraan dari arah yang berlawanan.
Untuk memenuhi aspek keselamatan, selain lampu isyarat hijau dan merah, pengaturan APILL harus dilengkapi dengan lampu kuning dan isyarat lampu merah semua.
Lampu kuning untuk memperingati arus yang sedang bergerak bahwa fase sudah berakhir,
Lampu merah semua (all red) untuk menjamin agar kendaraan terakhir pada fase hijau yang baru berakhir memperoleh waktu yang cukup untuk keluar dari area konflik sebelum kendaraan pertama dari fase berikutnya memasuki area yang sama.

Pengertian arus jenuh
 Arus jenuh adalah besarnya arus lalu lintas keberangkatan antrian dari dalam suatu pendekat selama kondisi yang ada (SMP/jam).
 Arus jenuh adalah arus berangkat rata-rata dari antrian dalam pendekat selama sinyal hijau.
 Arus jenuh adalah arus berangkat maksimum dari antrian dalam pendekat selama sinyal hijau dengan satuan SMP/jam.
 Keberangkatan antrian: yaitu suatu kendaraan yang telah berhenti di pendekat simpang APILL ketika lampu hijau belum menyala.
 Disebut arus jenuh karena kendaraan yang bergerak maksimum dari antrian kemudian bergerak ketika pendapat lampu hijau.
 Bila kondisi sudah tidak antri maka tidak terjadi arus jenuh.
 Arus jenuh dasar adalah besarnya arus lalu lintas keberangkatan antrian di dalam suatu pendekat pada kondisi ideal (SMP/jam).
 Arus atau Volume lalu lintas adalah jumlah kendaraan bermotor yang melalui suatu segmen jalan per jam, dengan satuan kendaraan per jam (kend/jam) atau satuan mobil penumpang per jam (SMP/jam).
Faktor yang mempengaruhi Arus Jenuh
 1) Lebar efektif pendekat
 2) Tipe pendekat (Terlindung/Terlawan)
 3) Kendaraan yang belok
 4) Hambatan samping lingkungan jalan
 5) Ukuran kota (jumlah penduduk)
 6) Kelandaian memanjang pada pendekat
 7) Jarak garis henti pada mulut pendekat terhadap kendaraan
Arus jenuh kombinasi
 Bila suatu pendekat mempunyai isyarat hijau lebih dari satu fase, yang arus jenuhnya telah ditentukan secara terpisah, maka nilai arus jenuh kombinasi harus dihitung secara proporsional terhadap waktu hijau masing-masing fase.
Arus Jenuh dan Tipe pendekat terlawan

Jika tipe pendekat terlawan dan terdapat kendaraan yang belok kanan maka pengaturan waktu hijau sebagai berikut:
 Jika salah satu dari fase tersebut adalah fase pendek, misalnya "waktu hijau awal", dimana satu isyarat pada pendekat menyala hijau beberapa saat sebelum mulainya hijau pada arah yang berlawanan, disarankan untuk menggunakan hijau awal ini antara 1/4 sampai 1/3 dari total waktu hijau pada pendekat yang diberi waktu hijau awal.
 Perkiraan yang sama dapat digunakan untuk "waktu hijau akhir" dimana nyala hijau pada satu pendekat diperpanjang beberapa saat setelah berakhirnya nyala hijau pada arah yang berlawanan. Lama waktu hijau awal dan akhir minimal 10 detik.
Efek Belok Kiri Jalan Terus (BKiJT) terhadap arus
 Arus BKiJT harus dipisahkan dari analisis suatu pendekat.
 Oleh karena itu hanya arus lurus dan belok kanan saja yang dihitung sebagai nilai q untuk keperluan perhitungan rasio arus terhadap arus jenuh
Arus dan volume lalu lintas (q) pada simpang bersinyal
 Arus  kend/satuan waktu
 Volume  SMP/jam
 Arus lalu lintas dalam kend/jam dikonversi menjadi satuan SMP/jam menggunakan nilai EMP yang sesuai dengan masing-masing pendekat, berupa terlindung (P) atau terlawan (O).
 Dalam satu pendekat bisa terjadi dua tipe pendekat yang berbeda dengan fase yang berbeda.
 Jika hal ini ditemui, maka nilai EMP yang digunakan juga menjadi dua, sesuai tipe pendekat (P atau O) masing-masing fase tersebut.
Jenis Analisis Arus Jenuh
 Arus jenuh teoritis: yaitu suatu perhitungan arus yang didasarkan pada formulasi matematis dengan memasukkan berbagai variabel yang mempengaruhi arus jenuh. Rumus yang ada di PJKI merupakan jenis arus jenuh teoritis.  untuk prediksi
 Arus jenuh lapangan: yaitu suatu arus jenuh yang diukur berdasarkan hasil pengamatan pergerakan kendaraan pada suatu pendekat simpang APILL.  Survei lapangan

Видео Perhitungan Arus Jenuh Tipe Terlindung, Dilengkapi Lajur Belok Kanan Terpisah, Teoritis канала Aji Suraji
Яндекс.Метрика
Все заметки Новая заметка Страницу в заметки
Страницу в закладки Мои закладки
На информационно-развлекательном портале SALDA.WS применяются cookie-файлы. Нажимая кнопку Принять, вы подтверждаете свое согласие на их использование.
О CookiesНапомнить позжеПринять